Kamis, 26 Juli 2012

Petualangan menuju Kedokteran, sesuatu banget … :)



Hai-hai-hai semua. Udah lama aku nggak post, selain karena males, bulan-bulan yang lalu aku memang lagi sibuk, perjuangan buat dapet sekolah. Alhamdulillah, akhirnya sekarang udah dapet. Catat, tanggal 6 Juli 2012 jam 19.00 adalah tanggal keramat untuk sebagian orang yang seperjuangan denganku. SNMPTN tulis.
Mungkin sebagian pembaca masih kelas XII SMA, saatnya bergalau akademik ria (tapi tak saranin jangan lama-lama ya). memang kok, aku aja dulu sering nangis. Baru nyadar kelas X sama XI jarang belajar, tau-tau kelas XII harus mempelajari materi tiga kelas.capek juga, berangkat pagi buat PMKT (pendalaman materi kelas tiga) sore masih bimbel,malem mau gak mau garap soal-soal…Dan di kelas XII, jadi mendadak lebih religius. Solat dhuha sama tahajjud lebih rajin, tapi besok-besok tetep harus diterusin.
Kelas XII memang penuh sensasi. Dag dig dug der.

Nah, aku mau cerita kisahku ya. jadi bermula saat aku disuruh masuk ke fakultas kedokteran. Hiah, memang, anak SMA di jogja, khususnya di SMA yang (katanya) favorit, berjibuuun bener yang pengen masuk kedokteran, termasuk diriku. Dari jaman dulu masuk kedokteran udah susah. Makanya kan aku bilang tadi sering nangis, Gara-gara ya itu.

Hari-hari dilalui dengan belajar dan ngerjain soal. Tapi, baru kelas XII ini aku merasakan sweet moment nya dari belajar, soalnya belajar bareng sama temen di perpus kota. Saling ngerjain soal bareng, kalo nggak bisa saling bantu ,uuu..sooo sweet.

Tibalah saatnya udah mulai pendaftaran, waktu itu sih masih universitas swasta yang buka, UMY. Semangat juang 45, aku kan pejuang kedokteran, waktu itu pikiranku ya kedokteran minded deh.. Ada jalur PMDK,aku ikut deh. lumayan optimis juga, kan aku punya sekolah yang (katanya) favorit, jadi buat masuknya gampang walaupun itu kedokteran.

Koran pun datang, membawa kabar berita  apakah aku diterima atau nggak. dan ternyata nggak. oke, 1 gagal. Eeeh, ternyata masih ada PMDK lagi di universitas yang sama, yaudha daftar lagi, dan ternyata hasilnya sama, gagal. Duh, susah bener masuk kedokteran. Udah mulai galau nih…tanggal berapa ya itu? ah lupa.

Sekitar bulan januari..eh februari ding, ada pengumuman siapa saja anak yang berhak daftar SNMPTN lewat undangan. Wuaa, ternyata aku dapet. Kayaknya raporku nggak bisa diharapkan deh nilainya,kok dapet ya? Alhamdulillah. Semangat lagi kan..konsultasi ke pak guru BK, baiknya kalau mau daftar kedokteran, dimana? Kalau mau UGM tu rankingku nggak bagus. Akhirnya, disuruhlah aku ke FK UNSOED. Oke, aku cuma milih satu thok til. Optimis nggak? optimis banget, secara temen-temen aku nggak ada yang milih kesana… rata-rata kalo fk pada UGM,UNS, ada juga yang UNAIR.

Habis daftar undangan itu, aku fokus juga buat UN. Lagi-lagi, garap soal..sampe jenuh to the max deh. Alhamdulillah, masih bisa bertahan. UN, ngerasa gampang ya nggak, susah ya nggak terlalu. Pokoknya udah tak kerjain apa yang kubisa deh.

Bulan mei, setelah UN itu, aku bimbel yang intensif SNMPTN tulis, kan undangan belum pengumuman. Aku galau juga tuh…gimana kalau undangannya nggak dapet? Yaudah, tanggal berapa ya itu, aku daftar tes di UII, ambilnya apa? kedokteran dong :p. kujalani tes dengan berpusing ria. Pasrah deh, ketrima gak yaaa…dan ternyata, nggak. bzzzzzz…tapi kan aku masih optimis dapet yang undangan,jadi nggak galau-galau banget.

Nah tanggal 26 Mei nih, keramat juga, pengumuman UN. Waaaaa, Alhamdulillah lulus :D. nilaiku juga ternyata, lumayan, masih rata-rata 8 lah. Tapi, awan kelabu menyelimutiku di sore harinya. Ternyata pengumuman undangan yang tadinya tanggal 28 jadi tanggal 26 sore. Berharap banyak diterima SNMPTN undangan, ternyata aku…gagal. Waaaaa, nangis sejadi-jadinya. Sms temen-temen, mereka rata-rata diterima, beberapa ada yang di fk UGM. Iri. Dan ternyata, yang rankingnya di bawahku pun ada yang masuk UGM, walaupun bukan kedokteran. Uu,,sediiih, mereka udah seneng-seneng, sementara aku masih belum.

Lemes. Tapi,,big thanks to ayah, ibu, mas sama adek yang tetep support aku, plus temen-temen yang menghibur dan nyemangatin aku. kan masih ada SNMPTN tulis.beberapa hari setelah galau, aku semangat lagi :D. kedokteran masih bisa kuraih kok , waktu yang tersisa masih 2 minggu lebih dikit.

Aku daftar SNMPTN tulis. Pilihan pertama,jeng-jeng..tadinya kau mau pilih fk Undip apa UNS ya, tapii..nekat deh, kedokteran UGM. Nah, pilihan kedua ini nih, aku konflik sama ibuku. Disuruhnya kedokteran gigi, tapi gak mau akunya. Pilihan dua mauku arsitektur, gak boleh T^T padahal kan aku lumayan suka nggambar. Akhirnya,..ini aku asal pilih nggak ya, moga-moga nggak, pilihan kedua jatuh ke farmasi UGM. Alhasil, dua-duanya aku UGM pilihannya.

Jeng-jeng…12 & 13 juni 2012, saatnya SNMPTN tulis. Berusaha sekuat tenaga nggak grogi, biar nggak blank. Makasih buat masku yang udah nganterin aku selama ikut tes, jogja macet bener euy, galau nek aku harus naik motor sendiri apa naik Transjogja.

Selama tes, apa yang aku rasain. TPA, aku kosong 15 nomer. Moga-moga aja yang kuisi bener semua, kalau nggak,,waaah. Terus kemampuan dasar, Alhamdulillah juga bisa ngerjain lumayan lah. Nah, di kemampuan IPA, aku nggak bisa ngerjain banyak-banyak banget. Tapi, untunglah soal fisika yang biasanya kalau tryout Cuma bisa ngerjain 2-5 nomer, kemaren bisa 11 :D

Tapi,ada satu hal yang menurutku masih misteri. Aku kan sukanya pelupa banget, nah, habis tes kemampuan ipa, aku nggak inget udah nulis kode soal apa belum.waaah, dalam hampir 3 minggu aku galau. Kalau beneran aku lupa, tamat riwayatku. Jadi, berdoa aja sama Allah, moga prasangkaku yang ini salah.

Habis SNMPTN tulis itu,UMY masih ada pendaftaran, tapi yang jalur tes. Oke, aku daftar dong yaaaa..Cuma pilih kedokteran umum thok (lagi lagi..), tanggal 16 Juni tesnya itu..aku bela-belain dateng wisudanya  SMA telat lo. Waktu jalanin tesnya,ngerasa bisa sih…tapi pas pengumuman? Oh no, gagal lagi.

Kedokteran oh kedokteran…

Galau tingkat bidadari. Apalagi seperti yang aku ceritain di atas, gimana kalau lupa ngasih kode, tamat riwayatku. Jangankan pilihan 1, pilihan 2 pun rasanya…apalagi farmasi banyak juga saingannya. Akhirnya aku daftar swasta lagi, jalur PMDK di UAD, tapi milihnya farmasi. Alhamdulillah diterima, tapi tetep aja masih galau, kan pengennya kedokteran…

Menunggu pengumuman harap-harap cemas. Doa nya makin dikencengin…dan ternyata pengumuman maju jadi tanggal 6 Juni! Tapi anehnya hari itu,aku udah mulai pasrah. Nggak apa-apa aku di swasta, sekolah kan yang penting kitanya rajin belajar J. Terserah Allah mau menempatkan aku dimana.

Jeng-jeng..jam 19.00. aku akses web snmptn.ac.id…. pertama-tama, lho kok susah? Dag dig dug hatiku. Akhirnya bisa, disuruh masukin nomer tes sama kode yang ada di laman itu. pasrah….

Jeng-jeeeeeng…terbukalah sudah. Dan ternyata aku masuknya di…FARMASI UGM saudara-saudara! WHAT? Kok bisa ???heran dan bingung-bingung, padahal tahu sendiri ketakutanku kemaren akan kode yang mungkin lupa kutulis, ternyata tidak terbukti.Seneng nggak? yaiyalah,,senang bukan main itu. Alhamdulillah, aku bisa dapet PTN :D setelah melalui hari-hari yang berat.

Tapi,,nggak ketrima kedokteran lagi..yah, gagal maning gagal maning. yap, aku udah terhitung 6 kali daftar kedokteran, udah ada keinginan masuk kedokteran sejak SMP lo. Dan ternyata Allah malah ngasih kejutan yang diluar dugaan. Milih farmasi itu aku dalam hitungan menit lo, nggak mikir panjang dan ternyata dapet. Speechless..begitulah takdir. Nggak ada yang tau.

Saat itu juga,aku hentikan petualanganku buat dapetin kedokteran. Wah, nyerah niih..? sama sekali nggak. dalam sholat, waktu nunggu pengumuman, aku doanya, “Kalau kedokteran adalah yang terbaik untukku, maka tempatkanlah aku disana  ya Allah, tapi jika bukan, maka tempatkanlah aku du pilihan kedua yaitu farmasi, atau di tempat lainnya”.soo, udah dijawab kan doanya?

Orang-orang tanya, termasuk ibuku, “mau daftar lagi nggak kedokterannya?” secara, masih banyak um di universitas negri, apa mau nyoba lagi tahun depan? Wah, tidak terimakasih. Kalau ada terbersit rasa kecewa, ya ada. Kan pengen kedokteran udah lama gitu loh. Apalagi fakultas farmasi deketan sama fakultas kedokteran, pasti pas awal-awal ada rasa iri sama anak yang kuliah disana. Haha,  tapi tak jamin deh, nggak lama. Aku sama sekali nggak nyesel kok berkali-kali daftar kedokteran dan gagal, paling nggak kan udah nyoba J

Begitulah petualanganku yang ujung-ujungnya diluar rencana. Akhirnya aku mengundurkan diri yang universitas swasta tadi dan memilih PTN nya J

Masih ada beberapa temen belum dapet kedokteran, sama kaya aku. Ya ada yang menerima dengan lapang dada, ada juga yang pengen nyoba lagi tahun depan, macem-macem deh. Tapi buat aku,sudah cukup sampai disini. sekarang punya pikiran baru, kalau mau sukses, nggak harus kok jadi dokter. Mau nolongin orang, mau jadi orang bermanfaat, nggak harus  kok jadi dokter. Apapun profesi atau pekerjaan kita nanti, yang penting jadi manusia bermanfaat J

Kamis, 12 April 2012

Musik, Salah Satu Warisan Peradaban Islam

Musik akrab sekali di telinga kita. Nah, pasti pada mikir asalnya musik dan instrumennya itu dari Barat. aku juga. Sempet galau juga sih, masa yang bagus-bagus asalnya dari Barat. Ternyata salah, jauh sebelum Mozart,Beethoven, Bach, yang hidup sekitar abad 16-18 itu, atau Guido Arezzo yang hidup sekitar abad 10 yang (katanya) penemu solmisasi....jauh sebelumnya, cendikiawan Islam lah yang mendahului mereka. Aku nemu artikel bagus nih, yang membuatku mendapat pencerahan..ternyata peradaban Islam udah sangat maju di berbagai bidang, sampai seni sekalipun. Aku dapet artikel ini, cuma copy paste sih.Hehehe..
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Seni musik berkembang begitu pesat di era keemasan Dinasti Abbasiyah. Perkembangan seni musik pada zaman itu tak lepas dari gencarnya penerjemahan risalah musik dari bahasa Yunani ke dalam bahasa Arab. Selain itu, sokongan dan dukungan para penguasa terhadap musisi dan penyair membuat seni musik makin menggeliat. Apalagi di awal perkembangannya, musik dipandang sebagai cabang dari matematika dan filsafat. Boleh dibilang, peradaban Islam melalui kitab yang ditulis Al-Kindimerupakan yang pertama kali memperkenalkan kata ‘musiqi’. Al-Isfahani (897 M-976 M) dalam Kitab Al-Aghani mencatat beragam pencapaian seni musik di dunia Islam.
Meski dalam Islam terdapat dua pendapat yang bertolak belakang tentang musikada yang mengharamkan dan ada pula yang membolehkan. Pada kenyataannya, proses penyebaran agama Islam ke segenap penjuru Jazirah Arab, Persia, Turki, hingga India diwarnai dengan tradisi musik. Selain telah melahirkan sederet musisi ternama, seperti Sa’ib Khathir (wafat 683 M), Tuwais (wafat 710 M), Ibnu Mijjah ( wafat 714 M), Ishaq Al- Mausili (767 M-850 M), serta Al-Kindi (800 M-877 M), peradaban Islam pun telah berjasa mewariskan sederet instrumen musik yang terbilang penting bagi masyarakat musik modern. Berikut ini adalah alat musik yang diwariskan musisi Islam di zaman kekhalifahan dan kemudian dikembangkan musisi Eropa pasca- Renaisans:


Alboque atau AlbokaKeduanya merupakan alat musik tiup terbuat dari kayu berkembang di era keemasan Islam. Alboka dan alboque berasal dari bahasa Arab, ‘albuq’, yang berarti terompet. Inilah cikal bakal klarinet dan terompet modern. Menurut Henry George Farmer (1988) dalam Historical facts for the Arabian Musical Influence, instrumen musik alboka dan alboque telah digunakan oleh musisi Islam di masa kejayaan. Instrumen musik tiup itu diperkenalkan umat Islam kepada masyarakat Eropa saat pasukan Muslim dari Jazirah Arab berhasil menaklukkan Semenanjung Iberia wilayah barat daya Eropa, terdiri atas Spanyol, Portugal, Andora, Gibraltar, dan sedikit wilayah Prancis. Tak heran, jika masyarakat Eropa meyakini bahwa alboque berasal dari Spanyol, khususnya Madrid.
Gitar, Kecapi, dan Oud Maurice J Summerfield (2003) dalam bukunya bertajuk, The Classical Guitar, It’s Evolution, Players and Personalities since 1800, menyebutkan bahwa gitar modern merupakan turunan dari alat musik berdawai empat yang dibawa oleh masyarakat Muslim, setelah Dinasti Umayyah menaklukkan semenanjung Iberia pada abad ke-8 M. Oud kemudian berkembang menjadi kecapi modern. Gitar berdawai empat yang diperkenalkan oleh bangsa Moor terbagi menjadi dua jenis di Spanyol, yakni guitarra morisca (gitar orang Moor) yang bagian belakangnya bundar, papan jarinya lebar, dan memeliki beberapa lubang suara. Jenis yang kedua adalah guitarra latina (gitar Latin) yang menyerupai gitar modern dengan satu lubang suara.
Alat musik Oud juga populer di wilayah Azerbaijan. Masyarakat di wilayah itu menyebut alat musik petik ini dengan sebutan Ud. Masyarakat Eropa Barat mulai mengenal dan menggunakan Oud sejak tahun 711 M. Alat musik petik khas umat Islam ini hampir sama dengan pandoura yang dikembangkan peradaban Yunani Kuno atau pandura alat musik bangsa Romawi. Zyriab merupakan pemain Oud termasyhur di Andalusia. Dia tercatat sebagai pendiri sekolah musik pertama di Spanyol. Menurut cendikiawan Islam yang juga musisi terkemuka era keemasan, Al-Farabi, Oud ditemukan oleh Lamech cucu keenam Nabi Adam AS.


Hurdy Gurdy dan Instrumen Keyboard GesekHurdy Gurdy boleh dibilang sebagai nenek moyang alat musik piano. Alat musik ini ternyata juga merupakan warisan dari peradaban Islam di zaman kekhalifahan. Marianne Brocker dalam sebuah teori yang diajukannya menyebutkan bahwa instrumen yang mirip dengan hurdy gurdy pertama kali disebut dalam risalah musik Arab. Manuskrip itu ditulis oleh Al-Zirikli pada abad ke-10 M. Alat Musik Organ Jarak Jauh Menurut George Sarton, alat musik organ hidrolik jarak jauh pertama kali disebutkan dalam risalah Arab berjudul, Sirr Al-Asrar. Alat musik ini dapat didengar hingga jarak 60 mil. Manuskrip berbahasa Arab itu kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Roger Bacon di abad ke-13 M.
Instrumen Musik Mekanik dan Organ Hidrolik Otomatis Kedua alat musik itu ditemukan oleh Banu Musa bersaudara. Ilmuwan Muslim di zaman Abbasiyah ini berhasil menciptakan sebuah organ yang digerakkan oleh tenaga air. Secara otomatis tenaga air itu memindahkan silender sehingga menghasilkan musik. Prinsip kerja dasar alat musik ini, papar Charles B Fowler, masih menjadi rujukan hingga paruh kedua abad ke-19 M.
Banu Musa bersaudara juga mampu menciptakan peniup seruling otomatis. Inilah mesin pertama yang bisa diprogram. Menurut Francoise Micheau dalam bukunya berjudul, The Scientific Institutions in the Medieval Near East, Banu Musa mengungkapkan penemuannya itu dalam kitab bertajuk, Book of Ingenious Devices.
Timpani, Naker, dan Naqareh Alat musik timpani (tambur atau genderang) modern juga ternyata berasal dari peradaban Islam. Menurut Henry George Farmer (1988) dalam bukunya, Historical facts for the Arabian Musical Influence, cikal bakal timpani berasal dari Naqareh Arab. Alat musik pukul itu diperkenalkan ke benua Eropa pada abad ke-13 M oleh orang Arab dan Tentara Perang Salib. Biola, Rebec, dan Rebab Biola modern yang saat ini berkembang pesat di dunia Barat ternyata juga berawal dan berakar dari dunia Islam. Alat musik gesek itu diperkenalkan oleh orang Timur Tengah kepada orang Eropa pada masa kejayaan Kekhalifahan Islam.
Biola pertama berasal dari rebec yang telah digunakan oleh musisi Islam sejak abad ke-10 M. Cikal bakal biola juga diyakini berasal dari rebab alat musik asli dari Arab. Konon, Al-Farabi merupakan penemu rebab. Peradaban Islam di masa keemasan telah menyumbangkan beragam warisan penting bagi masyarakat modern. Masyarakat Barat ternyata tak hanya berutang budi karena telah menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan umat Islam di zaman kekhalifahan, tapi juga di bidang musik dan seni rupa.Pencapaian yang tinggi di bidang musik menunjukkan betapa masyarakat Muslim telah mencapai peradaban yang sangat tinggi di abad pertengahan. 


Ishaq Al-Mausili
Musisi Termasyhur Penemu Solmisari
Ishaq Al-Mausili (wafat 850 M) adalah salah seorang musisi Muslim terbesar di kancah dunia musik Arab pada zaman kekhalifahan. Darah seni menetes dari ayahnya, Ibrahim Al-Mausili (wafat 804 M), yang juga seorang musisi besar.

Ishaq terlahir di Al-Raiy, Persia Utara. Saat itu, sang ayah tengah mempelajari musik Persia. Sang ayah terus mengembara demi mempelajari dan mengembangkan seni musik yang sangat dicintainya. Suatu waktu, Ibrahim membawa putranya yang mash kecil ke Kota Baghdad metropolis intelektual dunia. Kelak, di pusat pemerintahan Ke - khalifahan Abbasiyah itulah nama Ishaq melambung sebagai seorang musisi legendaris. Kisah masa kecilnya juga tercatat dengan baik. Ishaq cilik memulai pendidikannya dengan mempelajari Alquran dari Al-Kisa’i dan Al-Farra.
Dari Hushaim ibnu Bushair, Ishaq mempelajari tradisi dan budaya. Se - dangkan, pelajaran sejarah diperoleh nya dari Al-Asmai’i dan Abu Ubaidah Al-Muthanna. Sejak kecil, ia sudah kepincut dengan musik. Na - mun, sang ayah bukanlah satu-sa tunya guru yang memperkenalkan dan mengajarinya seni musik. Me nurut Miss Schlesinger, Ishaq mempelajari musik dari sang paman, Zalzal, dan Atika binti Shuda yang juga musisi terkemuka. Ishaq dikenal sebagai sosok manusia yang kaya dengan budaya. Ia adalah musisi yang intelek. Hal itu dibuktikan dengan perpustakaan pribadinya yang tercatat se bagai yang terbesar di Baghdad.
Ishaq telah memberi sumbangan penting bagi pengembangan ilmu musik. Ternyata, dialah musisi yang memperkenalkan solmisasi: do re mi fa sol la si do. Ishaq Al-Mausili memperkenalkan solmisasi dalam bukunya, Book of Notes and Rhythms dan Great Book of Songs, yang begitu populer di Barat. Musisi Muslim lainnya yang juga memperkenalkan solmisasi adalah Ibn Al-Farabi (872 M-950 M) dalam Kitab Al-Mausiqul Kabir. Selain itu, Ziryab (789 M-857 M), seorang ahli musik dan ahli botani dari Baghdad, turut mengembangkan penggunaan solmisasi tersebut di Spanyol jauh sebelum Guiddo Arezzo muncul de ngan notasi Guido’s Handnya.
Peradaban Barat kerap mengklaim bahwa Guido Arezzo adalah musisi yang pertama kali memperkenalkan solmisasi lewat notasi Guido’s Hand. Ternyata, notasi Guido’s Handmilik Guido Arezzo hanyalah jiplakan dari notasi arab yang telah ditemukan dan digunakan sejak abad ke-9 oleh para ilmuwan Muslim.
Para ilmuwan yang telah menggunakannya, antara lain Yunus Alkatib (765 M), Al-Khalil (791 M), Al- Ma’mun (wafat 833 M), Ishaq Al- Mausili (wafat 850 M), dan Ibn Al- Farabi (872 M-950 M). Ibn Firnas (wafat 888 M) pun turut berperan dalam penggunaan solmisasi tersebut di Spanyol. Karena, ia adalah orang yang memperkenalkan masyarakat Spanyol terhadap musik oriental dan juga merupakan orang yang pertama kali mengajarkannya di sekolah-sekolah Andalusia.
Guido Arezzo mengetahui solmisasi tersebut dengan mempelajari Catalogna, sebuah buku teori musik berbahasa Latin yang berisi kumpulan penemuan ilmuwan Muslim di bidang musik. Solmisasi tersebut ditulis dalam Catalognayang diterbitkan di Monte Cassino pada abad ke-11. Monte Cassino merupakan daerah di Italia yang pernah dihuni masyarakat Muslim dan juga pernah disinggahi oleh Constantine Afrika. Lagi-lagi, peradaban Barat mencoba memanipulasi sejarah.


sumber: 


http://koran.republika.co.id/berita/40334/Instrumen_Musik_Warisan_Peradaban_Islam










Jumat, 06 April 2012

Tentang Kawat Gigi


Assalamu’alaikum kawan-kawan
Kali ini aku mau share sesuatu nih,
Akhirnya, setelah tiga tahun lebih aku hidup bersama kawat gigi, dilepas juga pada tanggal 8 Maret lalu. Bisa makan tanpa nyangkut-nyangkut lagi. nah, mungkin ada temen-temen yang bertanya, kaya gimana sih rasanya pakai kawat gigi? Mungkin juga ada yang mau pake?



Kawat gigi itu komponennya (sok keren nih bahasanya) ada bracket, karet, dan kawat. Bracket itu yang bentuknya kotak-kotak dan dipasang di gigi pake lem khusus, rasanya aseem banget. Bracket ini terbuat dari stainless steel kata dokter gigiku. Ada juga sih bracket yang terbuat dari keramik, warnanya putih, jadi nggak begitu kelihatan dan harganya lebih mahal tentunya. Terus Kalau kawatnya, terbuat dari titanium katanya. ada karet yang warna-warni itu, kecil mungil unyu gitu, tapi bermanfaat, intinya sih buat mengikat.
Lama pasang berapa lama sih? Macem-macem,tergantung kasusnya. Ada yang Cuma 1,5 tahun, 2 tahun, atau 4 tahun pun ada. Aku sebenernya dulu cuma 2 tahun, tapi gara-gara sempet jarang control jadi 3 tahun lebih deh.

Sebelum pasang, dulu tu aku dicetak dulu giginya, pake sesuatu kaya plastisin, tapi baunya kaya pasta gigi dan rasanya mint-mint gimanaaa gitu. terus dari cetakan itu kan dilumuri bahan yang bisa mengeras, terus jadi deh kaya replica gigiku. Dicetak biar tau kan susunan gigi kita kaya gimana. Oiya, gigiku juga dirontgen buat dilihat susunan dari dalam.

Dulu gigiku juga ada yang dicabut karena aku kan masalahnya ada gigi yang numpang. Temenku ada yang serem bayangin gigiku di cabut, tapi ya mesti gitu, soalnya kan butuh ruangan buat menata gigi biar lebih rapi. 
Nah, tahapan pasangnya kaya gimana? ya bracketnya ditempel satu per satu, jadi lama, mungkin memakan waktu kurang lebih dua jam. pake lem asem yang ku bilang tadi, terus disinar, sinarnya warna biru. habis itu dipasang kawat dan karetnya. Lazimnya, setiap bulan control ke dokter , malah pas dua bulan pertama aku control dua minggu sekali. kontrolnya buat ganti karet sama ada yang dikencengin.

Suka dukanya? Ini dia yang paling berkesan selama pake kawat gigi. Mungkin ada temen-temen yang ngira pake kawat gigi itu oke, semacam gigi ada perhiasan. Tapi bagiku ini sebuah alat untuk membenahi sesuatu yang tidak semestinya.

Awal-awal pasang, rasanya tuh kaya gigi pengen dilepas aja. Semua gigi kaya ditekan semua, aku dua hari nggak bisa makan.Ada cerita nih, dulu aku sehari habis pasang malah diajak guruku makan di WS, alhasil cuma bisa makan kentang goreng sama minum es jeruk. Sedih…

Pas masih bulan-bulan awal, tiap kali habis control aku juga nggak bisa makan. kan dikencengin lagi kawatnya, jadi sakit. Nggak cuma itu, nanti ada saat gigi yang harus ditarik, dimundurin, atau diapain lah, tergantung masalah masing-masing. Nah itu juga rasanya  …. Butuh kesabaran dalam menghadapi masa-masa ini.  Belum lagi, rawan sariawan. Kayaknya pas masa-masa ini aku mesti makin kurus, L
Kadang, bracket gigi suka lepas, terutama pas makan, jadi  harus hati-hati. kalau ada yang lepas, disimpen buat dipasang lagi pas control. Aku pernah kehilangan sampe dua kali itu.

Pantangan? Makan sih biasa aja, asal nggak makan yang keras-keras dan alot, bisa bikin bracket copot. Butuh kesabaran kalau kita makan daging ayam atau sapi, soalnya alamat nyangkut. Paling sebel kalau pas ini. Sikat gigi biasa aja sih, cuma rada lama, kan siapa tau masih ada makanan keselip di kawat dan bracketnya.

Sampailah pada masa stabilisasi, saat gigi kita udah rapi. jadi kalau habis control nggak galau lagi, paling kaya gigi ditekan dikit. Stabilisasi sampe beberapa bulan. Oiya, sebelumnya aku rontgen lagi, buat dilihat susunan dari dalam. Kalau di dalamnya udah oke, baru deh dilepas. Setelah dilepas, rasanya bebas :D. tapi aku nggak boleh seneng dulu. gigiku dicetak lagi, buat dibikinin retainer, yaitu penyangga. Bentuknya gimana ya, kaya kawat biasa tanpa braket dan karet.  Eh, ada juga sih yang dari plastik, plastik bening berbentuk cetakan gigi (kaya cetakan kue gitu, tapi bentuknya gigi) . kalau yang plastik lebih mahal dikit daripada yang kawat. Fungsinya buat menstabilkan lagi,biar hasilnya lebih permanen lagi. enam bulan ke depan aku pake itu.Kalau retainer bisa lepas pake sendiri. Kapan pake kapan lepas? dilepasnya kalau pas makan sama mandi aja.

Pake retainer,kayaknya bakal repot dikit. Soalnya makan dilepas,tapi harus disimpennya dalam rendaman air. habis makan dipake lagi. Alamat makin kurus nih, soalnya intensitas ngemil berkurang banyak. hiks... ngomong juga jadi rada aneh, agak cadel. 

Nah ini bentukannya, yang kawat ...


Kalau yang plastik begini



Oiya, aku saranin kalau mau pake behel gigi kalau emang bener-bener butuh, bukan karena trend atau gaya-gayaan karena modelnya yang macem-macem dan beraneka warna. Sayang banget uangnya...


Oke, itu cuma sekedar info kecil tentang kawat gigi. Semoga bermanfaat teman-teman :D Kalau mau versi lengkap, dateng ke dokter gigi terdekat ya.


Wassalamu’alaikum J



Rabu, 21 Desember 2011

Akhwat vs Cewek #1



Baru teringat akan sesuatu. Karena lagi inget, aku tulis deh..

Akhwat dan cewek, serupa tapi tak sama. Tapi, mereka tetep sama dalam beberapa hal. Salah satunya dalam hal melihat orang yang..ehm, ganteng. Siapa sih yang nggak terpesona kalau lihat bintang cakep di film?

Waktu kelas XI kemarin, temen-temen lagi heboh nonton Crazy Little Thing Called Love. Waaah,tau kan bintangnya siapa? Sebagian besar pada bilang ganteng. Buat temen-temen cewek, terdengar jeritan yang kira-kira seperti ini,

“Waaaaaah…ganteeeng bangeeet yaaa..”

Aku pikir, temen-temenku yang akhwat nggak terpesona lihat bintang film macam itu. Ternyata nggak loh. Setelah mereka nonton film itu, salah seorang temenku bilang

“Waaah,Subhanallah ya Allah itu, menciptakan makhluknya…”

Hihihi. Lucu ya. Nah, bedanya kalau cewek bilangnya begitu, akhwat begini. Kalau akhwat seterpesona-pesonanya masih memuji Allah, Sang Pencipta. kalau cewek, ya cuma memuji makhluk saja. Kalau cewek belum tentuu…Terus, nanti biasanya sih kalau cewek bilangnya, “iyaaa..dia kan pacarku.” Nah, kalau akhwat bilangnya apa? “Besok suamiku lebih ganteng kok daripada dia,” atau “Rasulullah pasti lebih tampan kok.”

Nah, sebagian temenku yang akhwat pada suka nonton film korea, sekarang yang lagi ditonton yaitu serial Sunkyunkwan Scandal. Pemainyaa cantik dan ganteng. Ya, lagi-lagi temen akhwatku bilang, “Subhanallah….” Waktu mendengarnya aku cuma ngikik. 

Akhwat sama cewek, tetep sama kok. Waktu mereka sedih,takut, seneng, terpesona, bahkan saat jatuh cinta. Perasaan yang dirasakan kira-kira sama lah. Tapi, pengekspresian dan tindakan yang dilakukan tentunya berbeda dong. Salah satunya seperti yang aku ceritain di atas. :D

Sabtu, 17 Desember 2011

Ronggeng Dukuh Paruk #1


Pernah baca novel judulnya Ronggeng Dukuh Paruk? kalau nggak gara-gara tugas bahasa Indonesia waktu kelas XI, nggak bakal baca aku. Aah, ternyata novel jadul ini cukup legendaris...bagus kok ceritanya. Sekarang di film-in, walaupun lebih menonjolkan kisah cintanya aja. Padahal nggak juga, masih ada nilai-nilai sosial dna moralnya juga. Sayang juga, nggak nonton film nya juga, gapapa deh.

Novel ini menceritakan kondisi masyarakat tahun 65 an. Ada sangkut pautnya sama PKI juga kok nantinya. Masyarakatnya ya masyarakat Jawa yang penuh intrik mistis begitu. Pekerjaan penduduk ya bertani..bisa nggambarin kan?

Oke, lanjut ke kisah novelnya, yaitu menceritakan tentang ronggeng. Apa sih ronggeng itu? Ternyata penari sekaligus pelacur. Ronggeng itu seperti sudah milik umum, jadi dia boleh ditiduri oleh laki-laki yang bisa memberinya hadiah paling mahal. Anehnya, dia dianggap bak putri di kampung. sSemua orang memuja dia. ckckckck..jahiliyah bener dah. Yang ditakdirkan jadi ronggeng adalah anak perempuan bernama Srintil. Gadis yatim piatu yang orangtuanya meninggal karena tragedi keracunan tempe bongkrek seperti orangtua teman-temannya, termasuk sahabatnya Rasus. 

Dukuh Paruk itu sendiri, adalah dukuh yang miskin dan terbelakang baik pendidikan maupun moral. Warganya pada males kerja. sama hal-hal mistiknya masih kentel banget. Satu kebanggaan dukuh ini yaitu Ronggeng...nggak ada Ronggeng, kaya nggak ada nyawanya itu dukuh. Ronggeng itu juga bukan sembarang penari, loh. Dia semacam ada arwah Ronggeng. Baransiapa yang jadi inang arwah Ronggeng, dia bisa nari. nasib inilah yang terjadi pada Srintil. Setelah diketahui diinangi arwah ronggeng, dukun desa pun melakukan semacam ritual bersama istrinya, Srintil dikasih susuk, dikasih ini, itu, bla-bla-bla, ritual yang paling medeni, yaitu ritual 'bukak klambu'. Srintil harus melepas kehormatannya pada laki-laki yang bisa memberinya harta atau perhiasan paling mahal, baru besoknya kadi ronggeng...turun ke pentas. Menari, kalau ada orang punya hajat, dia diundang buat nari.

Sementara Rasus, sahabat Srintil dari kecil, merasa amaaat kehilangan. Gimana nggak,ternyata Rasus itu memahat sosok ibu yang sudah tiada pada diri Srintil. setelah Srintil jadi Ronggeng, ya sudah, dia seperti kehilangan sosok ibunya itu. Rasus juga cinta sama Srintil. Dia merasa, Dukuh Paruk sudah merebut satu-satunya miliknya. Dia berandai-andai kalausaja dia laki-laki kaya, pasti bisa memiliki Srintil.

Rasus pun pergi, meninggalkan dukuhnya itu. Di luar dukuh, ternyata dia banyak belajar. Dia menemui banyak nilai moral dan menemui orang-orang yang lebih terdidik, lebih suka bekerja . Dia pun awalnya jadi semacam kacungnya tentara, mbawain senjatanya tentara gitu deh.  Beberapa tahun kemudian, laki-laki ndeso itu berubah menjadi tentara yang gagah perkasa. Siapa yang nggak pangling, Srintil waktu tahu Rasus jadi tentara aja langsung pangling. Apalagi Rasus menyelamatkan Srintil yang rumahnya dirampok, tambah terpesona dong...pada akhirnya, Srintil justru menawarkan diri untuk dinikahi Rasus,tapi Rasus menolak. lalu dia pergi lagi keluar dukuh. Dia merasa seperti memberikan harta untuk dukuh Paruk, yaitu seorang ronggeng.

Kelanjutannya bagaimana kah? aku belum selesai baca  buku kedua dan ketiganyanih..hehehe. Aku selesaiin baca dulu ya... Kayaknya bakal seru deh ceritanya.



.

7 7 7

Beberapa hari yang lalu, aku nonton film, 7 hati 7 wanita 7 cinta. well,well,well,,,film yang nggak begitu oke, apalagi endingnya, masih nggantung. Meskipun begitu, tetep ada sesuatu yang bisa aku petik,dan 1 hal lagi, aku pengen banget jadi dokter kaya dokter Kartini.




jadi kan ceritanya tentang dokter kandungan yang punya kalau nggak salah 7 pasien. Ada anak SMP bernama Rara yang udah hamil sama pacarnya, wanita korban KDRT bernama Lily (medeni banget mbayangin KDRT nya), wanita gemuk bernama Lastri yang belum bisa punya keturunan (dan miris ternyata dia dijadiin istri kedua sama suaminya),wanita shalihah bernama Ratna  yang punya suami pengangguran poligami lagi,pelacur yang kena penyakit di rahimnya bernama Yanti, wanita karier yang pinginnya cuma punya anak laki-laki, hmm..baru 6 wanita. barangkali yang ke tujuh dokternya kali ya?

Lihat kasus wanita yang terlibat disana, beragam. percaya atau tidak,tapi aku percaya, itu menggambarkan wanita-wanita di Indonesia maupun di belahan dunia yang lain. Dalam hal ini aku cuma ngerti dikit-dikit,tapi intinya diluar sana masih banyak wanita yang..yah, tertindas, diperlakukan nggak pantas bahkan oleh suaminya sendiri,ditipu, terpaksa menjual diri, nggak tahu makna penting sebuah kehormatan, daaan masih banyak lagi. nah, aku sukanya mbayangin kalau aku di posisi mereka, pasti sakit banget rasanya. 

Kasus pasiennya yang rata-rata korban laki-laki itu membuat dokter Kartini menganggap wanita selalu menjadi korban dan membuatnya belum mau menikah. Sosok lain yang aku juga suka, yaitu dokter Rohana, dia dokter kandungan juga. Masih muda dan powerful. Dia bilang nggak semua wanita jadi korban, walaupun sebagian besar memang iya. Akhirnya juga dokter Kartini mau menerima cinta dari seorang laki-laki yang berhasil meyakinkannya bahwa masih ada laki-laki yang baik.

Dari film ini tetep ada pelajarannya kok, jadi wanita nantinya memang harus pinter dan jangan mau dianggap lemah, tanpa harus menghilangkan sisi-sisi kelembutan atau kodrat wanita yang lainnya. uu, kok omonganku udah begini ya? sekali-kali perlu lah,

Nggak cinta sama sekolah..sedih sekali ya?


Sudah dua tahun setengah aku sekolah di teladan (terus kenapa ya?). So, udah banyak macam orang yang aku temui. Kali ini aku mau bahas temen-temen yang…ehm,nggak cinta sama sekolahnya.

Seperti apa sih rasanya. berhubung saya lumayan seneng ya sekolah disini, jadinya ya nggak tau. Mungkin ya, males berangkat sekolah, nunggu-nunggu bel pulang bias bisa pulang cepet, nggak suka memeriahkan acara sekolah (aku pun masih pilih-pilih dulu,acaranya asik apa nggak), kalau sekolah nggak punya sesuatu seperti di sekolah X, pasti pada bilangnya,”ah payah, nggak kaya sekolah X yang punya ini itu..” setengah hati gitu deeh sekolah di Teladan.malah temenku ada yang bilang begini,”aku anak teladan tapi berjiwa…tau kan yang dimaksud sekolah X? :P

Apa sih yang buat mereka nggak suka? Ada yang disuruh orangtua, ada yang gara-gara nemnya nggak cukup buat masuk sekolah X. yah, itu mah udah nasib…masuklah si anak ke teladan. Karena setengah hati dan melihat teman-teman SMPnya ke sekolah X yang dalam beberapa hal memang lebih unggul dari pada sekolah kita, membuat dia jadi broken heart.

Sebenernya, aku pengen bilang ke dia pas aku denger udah mulai njelek-njelekin Teladan .”Kenyataanya kamu disini, bukan disana. Seberapa besar cintamu ke sekolah X, toh kamu nggak diterima disana kan? Kalau nggak suka, kenapa milih sekolah ini jadi pilihan kedua? Kayaknya masih ada sekolah lain yang lebih bisa kamu terima lingkungannya daripada disini dan bisa kamu jadi pilihan kan.” Tapi ya itu, aku nggak berani. Hehehe…

Seiring berjalannya waktu, ada temen yang udah mulai menerima,ada yang mulai cintaaa banget sama teladan, ada yang yah…tetep kekeuh nggak suka sama teladan. Oke, kalau dia nggak berbuat hal macam-macam. Mirisnya kalau dia sampai merusak sekolahnya. bikin gemes…nyebai. Kalau nggak suka, pas bel langsung pulang, lakukan apa yang disuka, tapi nggak usah bawa nama dan atribut sekolah. Atau kalau orangtua ngebolehin, pindah sekolah aja. Beres kan. walaupun gemes rasanya, lama-lama kasihan juga sama mereka. Nggak enak banget berada di tempat yang nggak kita sukai dan itu 2-3 tahun lamanya.

Harus aku akui juga, di Teladan ada oknum yang nggak welcome sama anak yang memiliki karakter-karakter unik dan nggak biasa untuk lingkungan sekolah yang …you know how lah.. yang lebih welcome banyak kok. Cuma, mereka udah under estimate duluan, akhirnya makin males deh sekolah disini dan benar-benar menutup diri. Teladan justru butuh orang-orang yang memiliki warna unik, biar makin berwarna.
Lingkungan teladan emang religius, walaupun masih ada kekurangannya. Tapi, lingkungan religius ini sama sekali nggak pernah memaksakan seseorang untuk berubah menjadi orang lain. Dia tetap bebas menjadi dirinya sendiri. segala aturan yang tegas, lingkungan religius itu hanya untuk membatasi supaya mereka tidak melampau batas. hanya itu.

Satu hal lagi, apa yang masih kurang di Teladan? Banyak. Tugas siapa yang menjadikan Teladan lebih baik lagi, kalau bukan murid itu sendiri. Murid lah yang membuat sekolah dapat predikat Teladan dan muridnya juga yang akan menghancurkan citra sekolah.

So, buat temen-temen atau adek-adek yang masih…yah, nggak cinta sama sekolah. Cobalah buka hati, sedikiit saja deh…oke?
***