Kamis, 12 April 2012

Musik, Salah Satu Warisan Peradaban Islam

Musik akrab sekali di telinga kita. Nah, pasti pada mikir asalnya musik dan instrumennya itu dari Barat. aku juga. Sempet galau juga sih, masa yang bagus-bagus asalnya dari Barat. Ternyata salah, jauh sebelum Mozart,Beethoven, Bach, yang hidup sekitar abad 16-18 itu, atau Guido Arezzo yang hidup sekitar abad 10 yang (katanya) penemu solmisasi....jauh sebelumnya, cendikiawan Islam lah yang mendahului mereka. Aku nemu artikel bagus nih, yang membuatku mendapat pencerahan..ternyata peradaban Islam udah sangat maju di berbagai bidang, sampai seni sekalipun. Aku dapet artikel ini, cuma copy paste sih.Hehehe..
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Seni musik berkembang begitu pesat di era keemasan Dinasti Abbasiyah. Perkembangan seni musik pada zaman itu tak lepas dari gencarnya penerjemahan risalah musik dari bahasa Yunani ke dalam bahasa Arab. Selain itu, sokongan dan dukungan para penguasa terhadap musisi dan penyair membuat seni musik makin menggeliat. Apalagi di awal perkembangannya, musik dipandang sebagai cabang dari matematika dan filsafat. Boleh dibilang, peradaban Islam melalui kitab yang ditulis Al-Kindimerupakan yang pertama kali memperkenalkan kata ‘musiqi’. Al-Isfahani (897 M-976 M) dalam Kitab Al-Aghani mencatat beragam pencapaian seni musik di dunia Islam.
Meski dalam Islam terdapat dua pendapat yang bertolak belakang tentang musikada yang mengharamkan dan ada pula yang membolehkan. Pada kenyataannya, proses penyebaran agama Islam ke segenap penjuru Jazirah Arab, Persia, Turki, hingga India diwarnai dengan tradisi musik. Selain telah melahirkan sederet musisi ternama, seperti Sa’ib Khathir (wafat 683 M), Tuwais (wafat 710 M), Ibnu Mijjah ( wafat 714 M), Ishaq Al- Mausili (767 M-850 M), serta Al-Kindi (800 M-877 M), peradaban Islam pun telah berjasa mewariskan sederet instrumen musik yang terbilang penting bagi masyarakat musik modern. Berikut ini adalah alat musik yang diwariskan musisi Islam di zaman kekhalifahan dan kemudian dikembangkan musisi Eropa pasca- Renaisans:


Alboque atau AlbokaKeduanya merupakan alat musik tiup terbuat dari kayu berkembang di era keemasan Islam. Alboka dan alboque berasal dari bahasa Arab, ‘albuq’, yang berarti terompet. Inilah cikal bakal klarinet dan terompet modern. Menurut Henry George Farmer (1988) dalam Historical facts for the Arabian Musical Influence, instrumen musik alboka dan alboque telah digunakan oleh musisi Islam di masa kejayaan. Instrumen musik tiup itu diperkenalkan umat Islam kepada masyarakat Eropa saat pasukan Muslim dari Jazirah Arab berhasil menaklukkan Semenanjung Iberia wilayah barat daya Eropa, terdiri atas Spanyol, Portugal, Andora, Gibraltar, dan sedikit wilayah Prancis. Tak heran, jika masyarakat Eropa meyakini bahwa alboque berasal dari Spanyol, khususnya Madrid.
Gitar, Kecapi, dan Oud Maurice J Summerfield (2003) dalam bukunya bertajuk, The Classical Guitar, It’s Evolution, Players and Personalities since 1800, menyebutkan bahwa gitar modern merupakan turunan dari alat musik berdawai empat yang dibawa oleh masyarakat Muslim, setelah Dinasti Umayyah menaklukkan semenanjung Iberia pada abad ke-8 M. Oud kemudian berkembang menjadi kecapi modern. Gitar berdawai empat yang diperkenalkan oleh bangsa Moor terbagi menjadi dua jenis di Spanyol, yakni guitarra morisca (gitar orang Moor) yang bagian belakangnya bundar, papan jarinya lebar, dan memeliki beberapa lubang suara. Jenis yang kedua adalah guitarra latina (gitar Latin) yang menyerupai gitar modern dengan satu lubang suara.
Alat musik Oud juga populer di wilayah Azerbaijan. Masyarakat di wilayah itu menyebut alat musik petik ini dengan sebutan Ud. Masyarakat Eropa Barat mulai mengenal dan menggunakan Oud sejak tahun 711 M. Alat musik petik khas umat Islam ini hampir sama dengan pandoura yang dikembangkan peradaban Yunani Kuno atau pandura alat musik bangsa Romawi. Zyriab merupakan pemain Oud termasyhur di Andalusia. Dia tercatat sebagai pendiri sekolah musik pertama di Spanyol. Menurut cendikiawan Islam yang juga musisi terkemuka era keemasan, Al-Farabi, Oud ditemukan oleh Lamech cucu keenam Nabi Adam AS.


Hurdy Gurdy dan Instrumen Keyboard GesekHurdy Gurdy boleh dibilang sebagai nenek moyang alat musik piano. Alat musik ini ternyata juga merupakan warisan dari peradaban Islam di zaman kekhalifahan. Marianne Brocker dalam sebuah teori yang diajukannya menyebutkan bahwa instrumen yang mirip dengan hurdy gurdy pertama kali disebut dalam risalah musik Arab. Manuskrip itu ditulis oleh Al-Zirikli pada abad ke-10 M. Alat Musik Organ Jarak Jauh Menurut George Sarton, alat musik organ hidrolik jarak jauh pertama kali disebutkan dalam risalah Arab berjudul, Sirr Al-Asrar. Alat musik ini dapat didengar hingga jarak 60 mil. Manuskrip berbahasa Arab itu kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin oleh Roger Bacon di abad ke-13 M.
Instrumen Musik Mekanik dan Organ Hidrolik Otomatis Kedua alat musik itu ditemukan oleh Banu Musa bersaudara. Ilmuwan Muslim di zaman Abbasiyah ini berhasil menciptakan sebuah organ yang digerakkan oleh tenaga air. Secara otomatis tenaga air itu memindahkan silender sehingga menghasilkan musik. Prinsip kerja dasar alat musik ini, papar Charles B Fowler, masih menjadi rujukan hingga paruh kedua abad ke-19 M.
Banu Musa bersaudara juga mampu menciptakan peniup seruling otomatis. Inilah mesin pertama yang bisa diprogram. Menurut Francoise Micheau dalam bukunya berjudul, The Scientific Institutions in the Medieval Near East, Banu Musa mengungkapkan penemuannya itu dalam kitab bertajuk, Book of Ingenious Devices.
Timpani, Naker, dan Naqareh Alat musik timpani (tambur atau genderang) modern juga ternyata berasal dari peradaban Islam. Menurut Henry George Farmer (1988) dalam bukunya, Historical facts for the Arabian Musical Influence, cikal bakal timpani berasal dari Naqareh Arab. Alat musik pukul itu diperkenalkan ke benua Eropa pada abad ke-13 M oleh orang Arab dan Tentara Perang Salib. Biola, Rebec, dan Rebab Biola modern yang saat ini berkembang pesat di dunia Barat ternyata juga berawal dan berakar dari dunia Islam. Alat musik gesek itu diperkenalkan oleh orang Timur Tengah kepada orang Eropa pada masa kejayaan Kekhalifahan Islam.
Biola pertama berasal dari rebec yang telah digunakan oleh musisi Islam sejak abad ke-10 M. Cikal bakal biola juga diyakini berasal dari rebab alat musik asli dari Arab. Konon, Al-Farabi merupakan penemu rebab. Peradaban Islam di masa keemasan telah menyumbangkan beragam warisan penting bagi masyarakat modern. Masyarakat Barat ternyata tak hanya berutang budi karena telah menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan umat Islam di zaman kekhalifahan, tapi juga di bidang musik dan seni rupa.Pencapaian yang tinggi di bidang musik menunjukkan betapa masyarakat Muslim telah mencapai peradaban yang sangat tinggi di abad pertengahan. 


Ishaq Al-Mausili
Musisi Termasyhur Penemu Solmisari
Ishaq Al-Mausili (wafat 850 M) adalah salah seorang musisi Muslim terbesar di kancah dunia musik Arab pada zaman kekhalifahan. Darah seni menetes dari ayahnya, Ibrahim Al-Mausili (wafat 804 M), yang juga seorang musisi besar.

Ishaq terlahir di Al-Raiy, Persia Utara. Saat itu, sang ayah tengah mempelajari musik Persia. Sang ayah terus mengembara demi mempelajari dan mengembangkan seni musik yang sangat dicintainya. Suatu waktu, Ibrahim membawa putranya yang mash kecil ke Kota Baghdad metropolis intelektual dunia. Kelak, di pusat pemerintahan Ke - khalifahan Abbasiyah itulah nama Ishaq melambung sebagai seorang musisi legendaris. Kisah masa kecilnya juga tercatat dengan baik. Ishaq cilik memulai pendidikannya dengan mempelajari Alquran dari Al-Kisa’i dan Al-Farra.
Dari Hushaim ibnu Bushair, Ishaq mempelajari tradisi dan budaya. Se - dangkan, pelajaran sejarah diperoleh nya dari Al-Asmai’i dan Abu Ubaidah Al-Muthanna. Sejak kecil, ia sudah kepincut dengan musik. Na - mun, sang ayah bukanlah satu-sa tunya guru yang memperkenalkan dan mengajarinya seni musik. Me nurut Miss Schlesinger, Ishaq mempelajari musik dari sang paman, Zalzal, dan Atika binti Shuda yang juga musisi terkemuka. Ishaq dikenal sebagai sosok manusia yang kaya dengan budaya. Ia adalah musisi yang intelek. Hal itu dibuktikan dengan perpustakaan pribadinya yang tercatat se bagai yang terbesar di Baghdad.
Ishaq telah memberi sumbangan penting bagi pengembangan ilmu musik. Ternyata, dialah musisi yang memperkenalkan solmisasi: do re mi fa sol la si do. Ishaq Al-Mausili memperkenalkan solmisasi dalam bukunya, Book of Notes and Rhythms dan Great Book of Songs, yang begitu populer di Barat. Musisi Muslim lainnya yang juga memperkenalkan solmisasi adalah Ibn Al-Farabi (872 M-950 M) dalam Kitab Al-Mausiqul Kabir. Selain itu, Ziryab (789 M-857 M), seorang ahli musik dan ahli botani dari Baghdad, turut mengembangkan penggunaan solmisasi tersebut di Spanyol jauh sebelum Guiddo Arezzo muncul de ngan notasi Guido’s Handnya.
Peradaban Barat kerap mengklaim bahwa Guido Arezzo adalah musisi yang pertama kali memperkenalkan solmisasi lewat notasi Guido’s Hand. Ternyata, notasi Guido’s Handmilik Guido Arezzo hanyalah jiplakan dari notasi arab yang telah ditemukan dan digunakan sejak abad ke-9 oleh para ilmuwan Muslim.
Para ilmuwan yang telah menggunakannya, antara lain Yunus Alkatib (765 M), Al-Khalil (791 M), Al- Ma’mun (wafat 833 M), Ishaq Al- Mausili (wafat 850 M), dan Ibn Al- Farabi (872 M-950 M). Ibn Firnas (wafat 888 M) pun turut berperan dalam penggunaan solmisasi tersebut di Spanyol. Karena, ia adalah orang yang memperkenalkan masyarakat Spanyol terhadap musik oriental dan juga merupakan orang yang pertama kali mengajarkannya di sekolah-sekolah Andalusia.
Guido Arezzo mengetahui solmisasi tersebut dengan mempelajari Catalogna, sebuah buku teori musik berbahasa Latin yang berisi kumpulan penemuan ilmuwan Muslim di bidang musik. Solmisasi tersebut ditulis dalam Catalognayang diterbitkan di Monte Cassino pada abad ke-11. Monte Cassino merupakan daerah di Italia yang pernah dihuni masyarakat Muslim dan juga pernah disinggahi oleh Constantine Afrika. Lagi-lagi, peradaban Barat mencoba memanipulasi sejarah.


sumber: 


http://koran.republika.co.id/berita/40334/Instrumen_Musik_Warisan_Peradaban_Islam










Jumat, 06 April 2012

Tentang Kawat Gigi


Assalamu’alaikum kawan-kawan
Kali ini aku mau share sesuatu nih,
Akhirnya, setelah tiga tahun lebih aku hidup bersama kawat gigi, dilepas juga pada tanggal 8 Maret lalu. Bisa makan tanpa nyangkut-nyangkut lagi. nah, mungkin ada temen-temen yang bertanya, kaya gimana sih rasanya pakai kawat gigi? Mungkin juga ada yang mau pake?



Kawat gigi itu komponennya (sok keren nih bahasanya) ada bracket, karet, dan kawat. Bracket itu yang bentuknya kotak-kotak dan dipasang di gigi pake lem khusus, rasanya aseem banget. Bracket ini terbuat dari stainless steel kata dokter gigiku. Ada juga sih bracket yang terbuat dari keramik, warnanya putih, jadi nggak begitu kelihatan dan harganya lebih mahal tentunya. Terus Kalau kawatnya, terbuat dari titanium katanya. ada karet yang warna-warni itu, kecil mungil unyu gitu, tapi bermanfaat, intinya sih buat mengikat.
Lama pasang berapa lama sih? Macem-macem,tergantung kasusnya. Ada yang Cuma 1,5 tahun, 2 tahun, atau 4 tahun pun ada. Aku sebenernya dulu cuma 2 tahun, tapi gara-gara sempet jarang control jadi 3 tahun lebih deh.

Sebelum pasang, dulu tu aku dicetak dulu giginya, pake sesuatu kaya plastisin, tapi baunya kaya pasta gigi dan rasanya mint-mint gimanaaa gitu. terus dari cetakan itu kan dilumuri bahan yang bisa mengeras, terus jadi deh kaya replica gigiku. Dicetak biar tau kan susunan gigi kita kaya gimana. Oiya, gigiku juga dirontgen buat dilihat susunan dari dalam.

Dulu gigiku juga ada yang dicabut karena aku kan masalahnya ada gigi yang numpang. Temenku ada yang serem bayangin gigiku di cabut, tapi ya mesti gitu, soalnya kan butuh ruangan buat menata gigi biar lebih rapi. 
Nah, tahapan pasangnya kaya gimana? ya bracketnya ditempel satu per satu, jadi lama, mungkin memakan waktu kurang lebih dua jam. pake lem asem yang ku bilang tadi, terus disinar, sinarnya warna biru. habis itu dipasang kawat dan karetnya. Lazimnya, setiap bulan control ke dokter , malah pas dua bulan pertama aku control dua minggu sekali. kontrolnya buat ganti karet sama ada yang dikencengin.

Suka dukanya? Ini dia yang paling berkesan selama pake kawat gigi. Mungkin ada temen-temen yang ngira pake kawat gigi itu oke, semacam gigi ada perhiasan. Tapi bagiku ini sebuah alat untuk membenahi sesuatu yang tidak semestinya.

Awal-awal pasang, rasanya tuh kaya gigi pengen dilepas aja. Semua gigi kaya ditekan semua, aku dua hari nggak bisa makan.Ada cerita nih, dulu aku sehari habis pasang malah diajak guruku makan di WS, alhasil cuma bisa makan kentang goreng sama minum es jeruk. Sedih…

Pas masih bulan-bulan awal, tiap kali habis control aku juga nggak bisa makan. kan dikencengin lagi kawatnya, jadi sakit. Nggak cuma itu, nanti ada saat gigi yang harus ditarik, dimundurin, atau diapain lah, tergantung masalah masing-masing. Nah itu juga rasanya  …. Butuh kesabaran dalam menghadapi masa-masa ini.  Belum lagi, rawan sariawan. Kayaknya pas masa-masa ini aku mesti makin kurus, L
Kadang, bracket gigi suka lepas, terutama pas makan, jadi  harus hati-hati. kalau ada yang lepas, disimpen buat dipasang lagi pas control. Aku pernah kehilangan sampe dua kali itu.

Pantangan? Makan sih biasa aja, asal nggak makan yang keras-keras dan alot, bisa bikin bracket copot. Butuh kesabaran kalau kita makan daging ayam atau sapi, soalnya alamat nyangkut. Paling sebel kalau pas ini. Sikat gigi biasa aja sih, cuma rada lama, kan siapa tau masih ada makanan keselip di kawat dan bracketnya.

Sampailah pada masa stabilisasi, saat gigi kita udah rapi. jadi kalau habis control nggak galau lagi, paling kaya gigi ditekan dikit. Stabilisasi sampe beberapa bulan. Oiya, sebelumnya aku rontgen lagi, buat dilihat susunan dari dalam. Kalau di dalamnya udah oke, baru deh dilepas. Setelah dilepas, rasanya bebas :D. tapi aku nggak boleh seneng dulu. gigiku dicetak lagi, buat dibikinin retainer, yaitu penyangga. Bentuknya gimana ya, kaya kawat biasa tanpa braket dan karet.  Eh, ada juga sih yang dari plastik, plastik bening berbentuk cetakan gigi (kaya cetakan kue gitu, tapi bentuknya gigi) . kalau yang plastik lebih mahal dikit daripada yang kawat. Fungsinya buat menstabilkan lagi,biar hasilnya lebih permanen lagi. enam bulan ke depan aku pake itu.Kalau retainer bisa lepas pake sendiri. Kapan pake kapan lepas? dilepasnya kalau pas makan sama mandi aja.

Pake retainer,kayaknya bakal repot dikit. Soalnya makan dilepas,tapi harus disimpennya dalam rendaman air. habis makan dipake lagi. Alamat makin kurus nih, soalnya intensitas ngemil berkurang banyak. hiks... ngomong juga jadi rada aneh, agak cadel. 

Nah ini bentukannya, yang kawat ...


Kalau yang plastik begini



Oiya, aku saranin kalau mau pake behel gigi kalau emang bener-bener butuh, bukan karena trend atau gaya-gayaan karena modelnya yang macem-macem dan beraneka warna. Sayang banget uangnya...


Oke, itu cuma sekedar info kecil tentang kawat gigi. Semoga bermanfaat teman-teman :D Kalau mau versi lengkap, dateng ke dokter gigi terdekat ya.


Wassalamu’alaikum J